Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Breaking News · 17 Sep 2022 13:24 WIB ·

Tolak Penghapusan Golongan Listrik 450 VA, Politisi PKS: Jangan Tambah Beban Rakyat Kecil


Tolak Penghapusan Golongan Listrik 450 VA, Politisi PKS: Jangan Tambah Beban Rakyat Kecil Perbesar

Jakarta– Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Rofik Hananto berkomentar mengenai wacana penghapusan listrik 450 VA, Rofik menolak wacana penghapusan golongan listrik 450 VA tersebut.

Sebab dipastikan jika wacana ini nantinya disetujui dan disahkan maka akan menambah beban rakyat Indonesia.

“Kami dari Fraksi PKS menolak wacana penghapusan golongan listrik 450 VA, karena ini akan menambah beban rakyat kecil,” kata Rofik, Jumat (16/9/2022)

Rofik mengingatkan Pemerintah harus hati-hati dalam mengambil kebijakan mengatasi surplus listrik (over suplly) PLN. Jangan sampai rakyat kecil terus menjadi korban.

“Jangan karena kesalahan Pemerintah dalam merencanaan kebutuhan listrik ditimpakan kepada rakyat kecil. Apalagi saat ini masyarakat sedang sulit, karena pandemi Covid-19 yang belum usai, kenaikan harga BBM bersubsidi, serta kenaikan harga komoditas lain akibat kenaikan BBM,” tegasnya.

Rofik menjelaskan, ada sekitar 24 juta pelanggan listrik yang berada di daya 450 VA, tetapi hanya 9,55 juta yang masuk data terpadu kementerian social. Berarti ada sekitar 14,75 juta pelanggan yang tidak masuk DTKS.

Solusinya tentu dengan memperbaiki data DTKS ini dan belum tentu dengan menghapus golongan 450 VA. Sistem listrik kita ini sangat besar dan kompleks. Tidak bisa hanya bicara satu permasalahan misalnya subsidi tanpa menyangkut permasalahan lainnya.

“Ada permasalahan yang lebih substantif yaitu masih banyak warga kita yang setelah 77 tahun ini yang belum teraliri listrik,” tutur legislator asal Dapil Jawa Tengah 7 itu.

Menurut data PLN sendiri tercatat sebanyak 4.700 Desa di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T) belum menikmati listrik. Ini sangat mendasar karena listrik itu hak rakyat. Dan negara wajib untuk memenuhinya.

“Sehingga golongan 450 VA tetap relevan selama masih ada daerah yang belum teraliri listrik ini. Kan ga mungkin pelanggan baru di daerah ini langsung dikasih ke golongan 900 VA,” kata Rofik.

sumber: Fraksi PKS

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bincang Bersama Ketua Umum Partai UMMAT: Perlunya Kesadaran Ummat Bahwa Kita Sedang Bertarung

21 Juni 2023 - 23:35 WIB

Narasi Politik Identitas, Indikasi Islamophobia Telah Merambah Bidang Politik

29 Maret 2023 - 21:37 WIB

Kalau Ingin Perubahan, Pilihan Yang Tersedia Memang Anies Baswedan

29 Maret 2023 - 17:54 WIB

Pemilu 2024: Quo Vadis Politik Islam?

27 Februari 2023 - 09:52 WIB

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terasa makin kehilangan makna karena kesenjangan sosial yang kian lebar dan dalam. Ini disebabkan diantaranya karena partai-partai Islam yang ada, belum mampu menjadi penyalur aspirasi umat Islam.

Berpengalaman Di Pemerintahan, Khofifah Digadang-Gadang Jadi Cawapres Anies

4 Februari 2023 - 11:23 WIB

Hujan diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia

7 November 2022 - 11:21 WIB

Trending di Breaking News