Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Breaking News · 17 Sep 2022 10:47 WIB ·

Tanggapi Usulan 2 Capres, Buya Rafdinal: Hanya Menguntungkan Oligarki!


Tanggapi Usulan 2 Capres, Buya Rafdinal: Hanya Menguntungkan Oligarki! Perbesar

Medan- Pemilihan Presiden dengan dua pasang calon sesungguhnya tidak menunjukkan demokratisasi yang ideal di Indonesia. Hal itu karena hanya akan menjadi keuntungan bagi sedikit elite atau oligarki yang selama ini telah menguasai ekonomi politik di Indonesia.

 

Demikian disampaikan Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan, Rafdinal kepada wartawan, Sabtu (17/9/2022).

 

Hal itu menanggapi pernyataan Sekjen PDIP yang mengatakan idealnya Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) presiden.

 

“Pasangan pilpres dua calon juga menunjukkan kegagalan parpol dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa dari internal partai, di sisi lain juga akan memunculkan kembali polarisasi rakyat Indonesia,” ujar Buya Rafdinal- sapaan akrabnya.

 

Polarisasi ini, lanjut  Rafdinal, khususnya terjadi dalam ummat islam pada dua kubu atau blok yg saling bertentangan yang bisa merusak ukhuwah dan mengancam perpecahan anak bangsa sebagaimana pilpres 2019.

 

Selain itu, Kongres Umat Islam lalu menghasilkan beberapa rekomendasi termasuk dalam bidang politik dimana parpol berbasis Islam diharapkan mencalonkan tokoh terbaik ummat demi menghindari  hegemoni oligarki.

 

“Ummat islam khususnya sumut sebgmana hasil kongres ke 2 di Asrama Haji Agustus lalu merekomendasikan supaya parpol khususnya berbasis islam untuk mencalonkan tokoh terbaik ummat dalam pilpres nanti, dan menghindari 2 pasang calon, karena itu merugikan ummat islam,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan idealnya Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) presiden.

 

Hasto beralasan dalam situasi seperti ini diperlukan Pilpres yang demokratis, cepat, dan kredibel.

 

“Dalam situasi ketika pemulihan ekonomi belum sepenuhnya pulih, dan ketidakpastian global, maka Indonesia memerlukan pelaksanaan pilpres yang demokratis, cepat, kredibel, dan bagaimana memastikan hanya berlangsung satu putaran,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (25/8/2022).

 

Hasto mengatakan hal tersebut bisa saja terwujud apabila ada kerjasama antar partai politik sehingga mengarah kepada dua pasangan capres dalam pilpres 2024.

 

“Pandangan ini bisa terwujud apabila dilakukan langkah konsolidasi dan mendorong kerjasama parpol di depan, sehingga mengarah pada dua paslon. Ini yang ideal berdasarkan konteks saat ini, meski PDIP siap bertanding dengan 2 atau 3 paslon,” ujarnya

Artikel ini telah dibaca 233 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Bocil Muslim Yatim Piatu Di daerah Minoritas

24 Maret 2023 - 12:39 WIB

Ketua MUI Percut Sei Tuan: Antusias Masyarakat ke Masjid Meningkat

24 Maret 2023 - 11:00 WIB

Trending di Keumatan