Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Kajian Islam · 21 Okt 2022 15:20 WIB ·

Tahun-tahun Penuh Tipu Daya dan Kebohongan.


Search Goggle.
Orang sudah tidak merasa berdosa saat berdusta, bahkan kebohongan serta kepalsuan bagaikan virus merasuki segala aspek kehidupan. Perbesar

Search Goggle. Orang sudah tidak merasa berdosa saat berdusta, bahkan kebohongan serta kepalsuan bagaikan virus merasuki segala aspek kehidupan.

Medan- misbahnews.com. Tahun-tahun penuh tipu daya dan kebohongan merupakan pengulangan pristiwa  yang melintasi perjalanan zaman. Sejarah mencatat bagaimana para Rasul dan pengikutnya menghadapi tantangan penguasa yang zalim terhadap rakyatnya. Para pendusta diberi kepercayaan sedang orang-orang jujur didustakan.

Firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدً.  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan kata yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki perbuatan-perbuatanmu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS.Al Ahzab 33:70)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

سَيَأتِي عَلَى النَّاس سَنَوَات خَدَّاعَات، يُصَدَّق فِيهَا الكَاذِب ويُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق، ويُؤْتَمَن فِيهَا الخَائِن ويُخَوَّن فِيهَا الأَمِين، ويَنْطِق فِيهَا الرُّوَيْبِضَة، قِيْلَ: ومَا الرُّوَيْبِضَة؟ قَالَ: الرَّجُل التَّافِه في أمْر العَامَّة

Artinya : “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.”(HR. Al-Hakim).

Dewasa ini jamak kita lihat, orang sudah tidak merasa berdosa saat berdusta, bahkan kebohongan serta kepalsuan bagaikan virus merasuki segala aspek kehidupan. Ada orang berdusta hanya untuk mendapatkan keuntungan duniawi sesaat untuk kepentingan pribadi.

Dalam Hadits tersebut diatas Rasulullah SAW menyebutkan tiga ciri-ciri masa yang penuh tipu daya. Bukan berarti pada zaman beliau tidak ada tipu daya, akan tetapi intrik dan tipu daya yang akan dihadapi umat Nabi Muhammad di dalam hadits di atas adalah tipu daya yang masif, tipu daya yang menipu manusia, kecuali mereka hamba Allah yang dirahmati Allah SWT.

Intrik dan tipu daya adalah cara yang dilakukan oleh pengusung kebatilan guna menjerumuskan manusia kepada kebatilan. Dizaman ini para pengusung kebatilan bermanuver menemukan jalan karena mereka paham bahwa narasi-narasi mereka tidak akan mudah diterima ditengah masyarakat.

Pengusung kebathilan butuh kosmetik, hiasan dan tipu daya, agar manusia mau mengikuti kesesatan mereka.  Mereka menggandeng para munafikun dan pengejar kekuasaan dalam menyuguhkan kebatilan dan tipu dayanya.

Sesungguhnya, saat Iblis bermanuver, dilancarkannya tipu dayanya kepada Nabi Adam, dia katakan bahwa buah terlarang tersebut adalah buah kekekalan, tidaklah memakan buah tersebut kecuali akan menyebabkan kekal di jannah.

Firman Allâh Subhana Wa Ta’ala :

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Artinya : Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata, “Rabb kamu tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” Dan dia  bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua.” (QS Al-A’raf 7:20-21)

Begitu juga Fir’aun sebagaimana Iblis menggoda Adam as, dia melakukan intrik-intrik dan tipu daya dengan para penyihirnya kepada rakyat agar mereka memusuhi Nabi Musa as dan para pengikutnya.

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ

Artinya: “Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya.” (QS Az-Zukruf : 54)

Ketika itu, Fir’aun menggunakan para ahli sihir yang mampu menipu pandangan manusia. Fir’aun juga membungkus dengan ujaran-ujaran yang mendiskreditkan Nabi Musa.

Dengan menuduh Musa sebagai tukang sihir, radikal, provokator pemecah belah persatuan, padahal justru Fir’aunlah yang memecah belah persatuan Mesir ketika itu dengan mempertontonkan ketidakadilan di hadapan rakyatnya.

Apa yang dilakukan rezim Fir’aun laknatullah hampir sama yang dilakukan oleh para musyrikin Quraisy ketika Nabi Muhammad SAW diutus membawa risalah-Nya. Berbagai upaya dilakukan untuk mengaburkan dakwah Rasulullah SAW.

Ketakutan akan hilangnya pengaruh dan kekuasaan para kepala suku Quraisy saat itu, mereka menuduh Rasulullah SAW memecah belah bangsa, provokator serta penyair dan tukang sihir.

Firman Allah SWT :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ()أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya : “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (11) Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS Al-Baqoroh 2:11-12)

Sesungguhnya ditahun penuh tipu daya, para Ulama yang mengajak manusia kepada kebaikan, menuntun umat menuju jalan Allah dan orang-orang yang berkata benar, justru didustai, dituduh sebagai penyebar berita hoax, diberi stigma kaum radikal-radikul dan sebagai pemecah belah persatuan.

Semoga Allah SWT memberi petunjuk dan hidayah-Nya, menyatukan hati, menguatkan barisan umat, dalam menegakan kebenaran.

  • Writer : Tauhid Ichyar
  • Editor : Adm
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Marsma TNI (Purn.) Dr. Bastari: Mempertahankan Kedaulatan Negara Lebih Mudah Dengan Membina 2/3 Rakyat Indonesia

26 Maret 2023 - 16:54 WIB

Peta Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat

4 Februari 2023 - 10:40 WIB

H. Hidayatullah: “Sejatinya Semua Kita Adalah Da’i”.

6 November 2022 - 19:04 WIB

Prilaku Buruk Manusia Mengundang Bencana

5 November 2022 - 17:38 WIB

Telkom Peduli Digitalisasi Pendidikan , CDC Regional I Sumatera serahkan Perangkat Komputer ke Pondok Pesantren PERSIS 343 Hamparan Perak Deli Serdang.

21 Oktober 2022 - 11:48 WIB

Trending di Kajian Islam