Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Keumatan · 30 Sep 2022 06:56 WIB ·

Shohibul Ansor: Saatnya Ormas Islam Buat Rekomendasi Pilihan Pemilu 2024


Shohibul Ansor: Saatnya Ormas Islam Buat Rekomendasi Pilihan Pemilu 2024 Perbesar

Medan– Dr. Shohibul Ansor Siregar ajak organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk membuka hijab politiknya dan berani membuat rekomendasi siapa calon pemimpin yang mesti didukung pada Pemilu 2024.

 

“Selain menentukan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029, Pemilu legislatif, DPD dan Kepala Daerah tahun 2024 untuk Sumut akan memperebutkan 1.142 jabatan politik. Sebanyak 940 kursi legislatif Kabupaten dan Kota, 100 kursi provinsi, 30 kursi nasional, 4 kursi DPD, 66 jabatan bupati, wali kota dan wakil, dan 2 jabatan gubernur dan wakil.,” ujarnya dalam diskusi publik di Sufi’s Cafe, Komplek MMTC Kamis (29/9/2022).

Oleh karena itu, lanjut Shohibul, Ormas Islam harus mulai konsolidasi untuk mengeluarkan rekomendasi siapa yang harus didukung untuk menempati posisi politik tersebut.

 

“Ayo duduk dulu kalian, kalian atur dulu siapa legislator. Kalian paksakan ke partai, nomor berapapun dia nanti, kalian pilih itu,” ujarnya.  Hal ini sangat penting agar masyarakat bisa mengetahui siapa calon lebih bisa dipercaya dan kredibel.

 

Dosen UMSU ini mengingatkan bahwa memang Ormas bukanlah  institusi resmi yang mengajukan calon politik,  tetapi yang perlu diingat, bahwa Ormas memiliki kekuatan.

 

“Semua orang berormas, karena itu rekomendasikan siapa dan arahkan kelompok kita untuk memilihnya,” ujarnya.

 

Pengurus maupun anggota Ormas harus mulai bergerak ke hal tersebut mengingat umat sudah merasakan betapa buruknya pemerintahan hasil dari politik transaksional.

 

“Oleh karena itu, harus dilawan dengan cara rekomendasi ormas dalam memilih di Pemilu 2024. Bayangkan misalnya Muhammadiyah, dengan ratusan sekolahnya, jika semua orangtua diprospek untuk memilih calon rekomendasi dari Muhammadiyah, maka calon yang diusung akan menang,” ujarnya.

 

Merebut kekuasaan politik sangat strategis, karena merekalah yang akan membuat undang-undang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh Ormas untuk segera membuat riset dan studi tentang semua anggotanya yang mau maju ke perhelatan politik baik eksekutif maupun legislatif. Sehingga posisi politik tidak diisi sembarang orang.

 

“Apa Ormas ini tugasnya begini-begini saja,  hanya tepuk tangan pada pemerintah. Mengurus pendaftaran ke Kesbangpol, mengurus proposal-proposal kemudian bagi-bagi?” ujarnya.

 

Ormas Islam  menurut sejarahnya adalah organisasi Jihadis pendiri negara.

 

“Setelah negara berdiri mereka mundur ke belakang, ke ladangnya, mengurus pesantren dan sebagainya, sementara negara diurus publik, akhirnya muncullah pemerintahan yang hanya membuat menangis,” pungkasnya.

 

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bincang Bersama Ketua Umum Partai UMMAT: Perlunya Kesadaran Ummat Bahwa Kita Sedang Bertarung

21 Juni 2023 - 23:35 WIB

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Narasi Politik Identitas, Indikasi Islamophobia Telah Merambah Bidang Politik

29 Maret 2023 - 21:37 WIB

Trending di Politik