Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Kajian Islam · 5 Nov 2022 17:38 WIB ·

Prilaku Buruk Manusia Mengundang Bencana


Search google. Bencana Banjir. Perbesar

Search google. Bencana Banjir.

Medan-MisbahNEWS.com. Permasalahan lingkungan merupakan masalah global yang disadari atau tidak merupakan masalah serius dan kompleks yang menjadi prioritas setiap negara untuk segera diatasi.

Allah Subhana WaTa’ala berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Artinya : “Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ankabut 29:40)

Dengan semakin padatnya jumlah penduduk, terbatasnya sumber daya alam, penggunaan teknologi modern dalam mengeksploitasi alam secara semena-mena dan tak terkendali mengakibatkan semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Erosi, terkikisnya lapisan ozon, ketidak-seimbangan ekologis yang pada gilirannya akan membahayakan kelangsungan hidup (Busriyanti, 2016: 260).

Kondisi ini dialami oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Ketika musim panas, terjadilah kekeringan bahkan kabut asap, sebaliknya ketika musim hujan terjadi banjir yang menimbulkan banyak korban. Meskipun tidak terjadi pada setiap wilayah, tetapi hal itu menunjukkan adanya problem lingkungan yang akut.

Sungguh, tidak sedikit yang mempertanyakan bagaimana mungkin terjadinya bencana alam dikaitkan dengan sikap moral, kemaksiatan, kesyirikan, hal-hal yang bukan aktifitas fisik, bahkan terasa sangat abstrak.

Bagi hamba-hamba yang beriman tentunya lebih mudah memahami kenapa bencana alam terjadi, namun bagi orang-orang kafir yang tidak mengimani Allah SWT dan Rasul-Nya hal ini menjadi sulit dicerna akalnya.

Allah SWT berfirman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Artinya : “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syuura 42:30)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata, “Allah Ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia, (baik) pada diri, harta maupun anak-anak mereka, serta pada apa yang mereka sukai, tidak lain sebabnya adalah perbuatan-perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka lakukan.

Allah Ta’ala berfirman,

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

Artinya : “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum 30:41).

Allah Subhana WaTa’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia.

Sungguh, ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti dari kerusakan yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan-kerusakan yang tampak di muka bumi.

Bahkan, apabila musibah dan kerusakan yang terjadi dalam rumah tangga, seperti tidak rukunnya hubungan antara suami dan istri, serta seringnya terjadi pertengkaran di antara mereka, penyebab utama semua ini adalah perbuatan maksiat yang dilakukan oleh sang suami atau istri.

Ibnul Qayyim dalam kitab ad-Da-u wad dawaa’ mengatakan, “Sungguh (ketika) aku bermaksiat kepada Allah, maka aku melihat pengaruh buruk perbuatan maksiat tersebut pada tingkah laku istriku”.

Allah Subhana Wa Ta’ala menamakan orang-orang munafik sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, karena buruknya perbuatan maksiat yang mereka lakukan dalam menentang Allah Ta’ala dan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah SWT berfirman :

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ، أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ}

Artinya : “Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS Al-Baqarah 2:11-12)

Semoga Allah SWT menganugrahkan akhlak mulia kepada kita, hamba-hamba yang mengusahakan perbaikan di muka bumi dengan menyeru manusia kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. (TI-MN)

 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Marsma TNI (Purn.) Dr. Bastari: Mempertahankan Kedaulatan Negara Lebih Mudah Dengan Membina 2/3 Rakyat Indonesia

26 Maret 2023 - 16:54 WIB

Peta Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat

4 Februari 2023 - 10:40 WIB

H. Hidayatullah: “Sejatinya Semua Kita Adalah Da’i”.

6 November 2022 - 19:04 WIB

Tahun-tahun Penuh Tipu Daya dan Kebohongan.

21 Oktober 2022 - 15:20 WIB

Telkom Peduli Digitalisasi Pendidikan , CDC Regional I Sumatera serahkan Perangkat Komputer ke Pondok Pesantren PERSIS 343 Hamparan Perak Deli Serdang.

21 Oktober 2022 - 11:48 WIB

Trending di Kajian Islam