Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Opini · 3 Mar 2023 12:45 WIB ·

Kenapa PBNU/NU Dianggap Pro Rezim atau NU Plat Merah?


PBNU atau NU terlihat absen dalam sejumlah Isu penting yang berkaitan dengan hajat dan kemaslahatan umat. Perbesar

PBNU atau NU terlihat absen dalam sejumlah Isu penting yang berkaitan dengan hajat dan kemaslahatan umat.

Oleh : Gus Aam Wahib Wahab (Ketua Umum Khitthah Ulama Nahdilyin-KUN)

MisbahNEWS, Medan – Pasca seabad usia Nahdlatul Ulama (NU), umat nampaknya terus mengamati dinamika politik keormasan yang meliputi organisasi Islam tertua kedua setelah Muhammadiyah, yang didirikan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Salah satunya, bagaimana NU memainkan politik keormasan, berperan aktif menyampaikan koreksi dan sejumlah nasehat agama pada sejumlah isu-isu penting, sebagai manifestasi dari aktivitas dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Sebagaimana kita ketahui bersama, sampai saat ini kami nyaris belum pernah mendengar satupun pernyataan resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU terkait sejumlah persoalan mendasar dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, yang saat ini sudah melenceng atau menyimpang jauh.

Sebut saja diantaranya terkait isu-isu: perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode, perpanjangan masa jabatan presiden sampai waktu tertentu, muncul dan masifnya pergerakan  kebangkitan komunis PKI, hukum yang tumpul ke atas namun tajam ke bawah, kriminalisasi terhadap ulama, serbuan TKA asing dan aseng, soal Omnibus Law Cipta Kerja, hingga soal proyek Ibukota Nusantara (IKN).

PBNU atau NU terlihat absen dalam sejumlah isu penting yang berkaitan dengan hajat dan kemaslahatan umat. Bahkan, cenderung menjadi ‘bamper’ penguasa, karena sejumlah statement pengurus justru melegitimasi masalah yang ada. Mungkin saja, absennya PBNU/NU dalam beberapa isu tersebut menjadi dasar yang menyebabkan munculnya persepsi umat terhadap PBNU atau NU saat ini  dianggap atau dicap sebagai NU Pro Rezim atau NU Plat Merah.

Hal ini pulalah yang menyebabkan PBNU/NU saat ini kehilangan kepercayaan dari sebagian masyarakat warga Nahdliyin sendiri, bahkan juga sebagian besar umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dalam konteks interaksi global saat ini, dunia international utamanya Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa dan Asia lainnya, sudah mulai melirik ormas Islam lainnya selain NU, yang lebih kritis dan tajam dalam menyikapi berbagai permasalahan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Melihat situasi dan kondisi NU tersebut, kami para cucu pendiri NU, para Kyai, Habaib, Gus dan Masyayikh tentu merasa sangat prihatin, susah, sedih, kecewa dan bahkan sebagiannya merasa sakit hati. Citra NU yang jatuh ini, jelas menyelisihi semangat didirikannya NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asya’ri dan KH Wahab Chasbullah.

Berangkat dari rasa prihatin yang mendalam, kami para cucu pendiri NU yang didukung penuh oleh para Kyai, Habaib, Gus & Masyayikh berinisiatif melakukan upaya perbaikan NU. Maka  lahirlah Komite Khitthah Nahdlatul Ulama 1926 disingkat KKNU 1926, yang sekarang berganti nama menjadi Khitthah Ulama Nahdliyin, disingkat KUN.

Salah satu tujuan utama lahir dan didirikannya KUN (Khitthah Ulama Nahdliyin) adalah sebagai suatu ormas Islam/komunitas yang mempunyai keinginan kuat untuk mengembalikan NU ke khitthah dan jati dirinya, kembali ke relnya, mengembalikan peran, fungsi dan kontribusi PBNU/NU dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara.

Diantaranya, mengembalikan peran penting dan strategis yang harus diemban NU sebagai berikut: Pertama, PBNU/NU harus menjaga dan membentengi paham dan ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam beragama, berbangsa dan bernegara. Kedua, PBNU/NU menjadi mitra/partner pemerintah yang menjalankan fungsi pengontrol, penasehat dan penyeimbang. Ketiga, PBNU/NU mengambil peran sebagai payungnya NKRI. Keempat, PBNU/NU mengambil peran sebagai jangkar NKRI.

Selain KUN (Khitthah Ulama Nahdliyin), ada NU Garis Lurus dan NU Kultural yang mempunyai pemikiran , pandangan, pendapat yang sama dan sepaham dengan KUN tentang peran, fungsi dan kontribusi PBNU atau NU terhadap kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Khitthah Ulama Nahdliyin KUN berkomitmen untuk bekerjasama dan kerja bareng dengan NU Garis Lurus, NU Kultural, ormas Islam lainnya, umat Islam, para tokoh agama, tokoh nasional, tokoh akademisi, TNI, serta pengusaha dan segenap masyarakat dan bangsa Indonesia, demi terciptanya persatuan, kesatuan rakyat dan bangsa Indonesia.

Komitmen ini disampaikan dengan tujuan utama semata mata hanya untuk: memperbaiki keadaan Indonesia, menyelamatkan NU, menyelamatkan rakyat dan bangsa Indonesia  dari keterpurukan, menyelamatkan anak cucu kita dan generasi bangsa kita.

Semoga kita semua dalam menjalankan tugas membela kebenaran dan menegakkan keadilan amar ma’ruf nahi mungkar, sesuai cita-cita atau tujuan utama para pendiri NU, selalu dalam bimbingan, lindungan dan Ridho Allah Subhanahu wata’ala. Amien.[] (oth/iii/2023).

Lampung, 1 Maret ‘ 23. Penulis adalah cucu salah seorang pendiri NU, KH Wahab Chasbullah.

Artikel ini telah dibaca 254 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebira versus Siberia: Catatan Untuk Anies Baswedan

23 Februari 2023 - 14:17 WIB

Menggugat Arogansi Adaro, Perusahaan Tambang Batubara Oligarkis!

13 Februari 2023 - 06:51 WIB

Anies, Agenda Perubahan dan Tembak Mati Koruptor

2 Februari 2023 - 07:00 WIB

Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023: Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan

23 Desember 2022 - 22:00 WIB

Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023: Demokrasi Harus Di Selamatkan

21 Desember 2022 - 16:54 WIB

E-Commerce Ala Nabi Muhammad: Sebuah Tinjauan Solusi

16 November 2022 - 13:57 WIB

Gambar: viva.co.id
Trending di Opini