Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Artikel · 22 Sep 2022 06:33 WIB ·

Kampung Dongeng


Kampung Dongeng Perbesar

Rahmad Gustin
DPW LMI Sumut

Toke SMS (Siang-siang Maling Seng) pemilik pabrik badut di kampung Edan. Badut yang ia permak, tambal, warnai dan beri harum-haruman dipamerkan keliling kampung berharap dipercaya warga tuk menangani beberapa pos pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Dengan remote kontrol pengendali badut tetap ditangan niat busuknya berhasil tertutupi dari penglihatan warga. Masyarakat pun rela menjadikan badut-badut lucu itu dalam posisi yang strategis.

Selain itu SMS juga punya berbagai usaha lain diantaranya sektor industri, properti, perhotelan, pendidikan dan entertainment. Guna mengamankan bisnis-bisnis besarnya inilah ia buat pabrik badut dengan harapan sebagai bamper dalam menghadapi masyarakat.

Tiba satu hari ia error dalam kalkulasi krn mengutus sebagian kecil buruhnya tuk gangguin orang ngaji. Dengan arogan dan bar-bar mereka merusak setiap properti sambil mengancam bakar dan bunuh setiap santri. Ini adalah lokasi yang pengen sekali ia beli dengan tawaran yang tinggi. Tapi gak pernah diterima oleh seorang tokoh yang memiliki lahan tadi.

Gangguan ini yang kesekian kali dibuatnya tapi menjadi viral dengan bantuan teknologi informasi. Aksi empati berdatangan dari berbagi elemen untuk mendukung orang-orang tetap bisa ngaji dalam keamanan dan kenyamanan beribadah.

Tibalah mereka mengadu kepada mereka-mereka yang dipercaya menjaga pos pelayanan dan perlindungan masyarakat dari gangguan-gangguan yang memicu kegaduhan. Ternyata kenyataan tak sesuai ekspektasi, keinginan tuk mendapat keadilan sirna karena badut-badut tadi siap mengganti rugi setiap aset yang rusak dan memberi sertifikat mengaji bagi para santri-santri. Dengan syarat tidak menuntut penangkapan pelaku-pelaku tadi dan si SMS yang memerintah mereka. Akhirnya karena merasa asetnya sudah diganti sertifikat santri sudah diberi ya sudahlah. Dan menghimbau setiap orang yang terpanggil untuk menuntut keadilan disuruh PUAS dengan kenyataan yang ada tanpa basa-basi.

Syukurnya itu tidak terjadi di kampung kami 🤲🏻

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Bocil Muslim Yatim Piatu Di daerah Minoritas

24 Maret 2023 - 12:39 WIB

Ketua MUI Percut Sei Tuan: Antusias Masyarakat ke Masjid Meningkat

24 Maret 2023 - 11:00 WIB

Trending di Keumatan