Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Breaking News · 20 Sep 2022 05:16 WIB ·

IPW: Private Jet Yang Dipakai Brigjen Hendra Punya Bos Judi Online


IPW: Private Jet Yang Dipakai Brigjen Hendra Punya Bos Judi Online Perbesar

Jakarta – Ketua IPW Sugeng Teguh Santosa buka-bukaan mengenai pemilik privat jet yang dipakai eks Karo Paminal Div Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan untuk terbang ke Jambi menemui keluarga Brigadir J, Juli lalu usai pembunuhan di rumah Ferdy Sambo.

Sugeng menduga jika pemilik privat jet itu merupakan bos judi online yang namanya ada di struktur konsorsium 303.

IPW mengklaim berdasarkan penelusuran pihaknya, didapat informasi bahwa pesawat pribadi yang digunakan Hendra tersebut bertipe Jet T7-JAB. Dimana dalam catatan yang sama, pesawat itu kerap digunakan AH dan YS yang namanya tercatut dalam isu Konsorsium 303 wilayah Jakarta.

Lebih lanjut, IPW juga menduga pesawat jet pribadi yang digunakan Hendra tersebut merupakan milik RBT alias Bong.

“Dua nama ini muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta.  Nama (pemilik jet pribadi) dalam catatan IPW adalah Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya  berjarak 200 meter dari Mabes Polri,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Senin (19/9/2022), lansir VIVA.co.id.

“Dua orang tersebut diketahui mantan narapidana kasus korupsi. Timsus bentukan Kapolri perlu menelusuri hubungan tali temali antara Kaisar Sambo, dana judi online sebesar Rp 155 Triliun milik Konsorsium 303, dalam kaitan pemberian dukungan kepada  pencalonan capres tertentu pada 2024 dimana Irjen Ferdy Sambo ingin menjadi Kapolrinya,” ungkapnya.

“Dua orang tersebut diketahui mantan narapidana kasus korupsi. Timsus bentukan Kapolri perlu menelusuri hubungan tali temali antara Kaisar Sambo, dana judi online sebesar Rp 155 Triliun milik Konsorsium 303, dalam kaitan pemberian dukungan kepada  pencalonan capres tertentu pada 2024 dimana Irjen Ferdy Sambo ingin menjadi Kapolrinya,” lanjutnya.

Menurut IPW, tidak ada alasan bagi Timsus Polri atau Bareskrim Polri untuk tidak memproses hukum judi online kelompok Konsorsium 303 dengan transaksi sebesar  Rp. 155 Triliun yang sudah dijejaki oleh PPATK.

“Utamanya, saat Polri melakukan bersih-bersih di internalnya, aliran dana dari judi online yang masuk ke anggota-anggota Polri harus dibongkar secara terang benderang,” tegasnya.

Selain itu, IPW mengimbau kepada Presiden Joko Widodo untuk serius memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memproses hukum temuan aliran dana Rp 155 Triliun dari judi online.

“Sekaligus, membongkar peran Irjen Ferdy Sambo saat menjadi Kasatgassus Merah Putih serta penerimaan gratifikasi fasilitas penggunaan pesawat privat jet oleh Brigjen Pol. Hendra Kurniawan dkk yang adalah tindak pidana Korupsi. Karenanya KPK juga harus memeriksa terkait gratifikasi pesawat jet,” pungkasnya.

Mabes Polri telah buka suara soal dugaan IPW bahwa Konsorsium 303 terkait penyediaan jet sewaan bagi Brigjen Hendra Kurniawan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan hal tersebut masuk ke dalam ranah Pembinaan dan Pengawasan Profesi (Wabprof) Divpropam Polri.

“Itu bagian daripada dari timsus ya, khususnya dari Wabprof ya,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (19/9).

Sebelumnya saat kasus Sambo muncul, pada Senin (11/7/2022), Hendra bersama Kombes Agus Nurpatria, Kombes Susanto, AKP Rifazal Samual Bripd Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika berangkat ke kediaman keluarga Brigadir J di Jambi atas perintah Irjen Ferdy Sambo, dengan menggunakan jet sewaan.

Brigjen Hendra menceritakan perihal penggunaan jet sewaan itu di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sidang pemeriksaan etik kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam BAP itu, Hendra menyampaikan dirinya bersama dengan Kombes Agus Nurpatria, Briptu Putu dan Briptu Mika pergi bersama menggunakan satu mobil ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Sampai di bandara kami langsung menuju ke pesawat private jet. Saat itu yang berangkat ke Jambi yaitu saya, Kombes Santo, Kombes Agus Nurpatria, AKP Rifaizal Samual, Bripda Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu, dan Briptu Mika,” ujar Hendra dalam BAP.

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hujan diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia

7 November 2022 - 11:21 WIB

Said Aldi: Bantuan Mobil Pembersih Masjid Bantuan Yayasan Prabowo untuk Kemaslahatan Umat

7 November 2022 - 10:31 WIB

Jenderal Polisi Listyo S Prabowo tinjau lokasi KTT G20 di Bali

6 November 2022 - 19:19 WIB

Abdul Aziz, Pengurus  F-PRB Sumatera Utara Kunjungi BBMKG Wilayah I Medan.

4 November 2022 - 16:43 WIB

Pusat Zakat Umat Sumatera Utara membersamai anak-anak Yatim.

4 November 2022 - 16:17 WIB

R. Kholis Majdi: “Waktunya Prabowo Jadi King Maker”

3 November 2022 - 10:13 WIB

Trending di News