Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Breaking News · 21 Sep 2022 05:23 WIB ·

Intimidasi Santri Rumah Tahfiz, Tokoh Islam Sumut Desak Tindak Aktor Intelektual


Ketua MUI DS Kiyai Amir Panatagama, S.PdI Perbesar

Ketua MUI DS Kiyai Amir Panatagama, S.PdI

Deliserdang– Majelis Ulama Indonesia Deli Serdang, Sumatera Utara sangat menyayangkan dan mengecamkeras aksi demonstrasi yang dilakukan segelintir orang yang menolak adanya Rumah Tahfiz Siti Hajar di Siboloangit. Aksi Unjuk rasa itu dinilai kurang bermartabat, sarat nilai intoleran dan intimidasi serta anarkisme.

 

“Kepada pihak yang berwajib dalam hal ini institusi kepolisian dapat kiranya mengusut tuntas mencari peserta demonstrasi, aktor intelektual dan motifnya untuk diarahkan serta diambil tindakan tegas,” ujar Ketua MUI Deliserdang Kiyai Amir Panatagama, S.PdI dalam tausiyahnya yang dirilis yang terdiri dari 10 poin Selasa (19/9/2022).

 

Sementara itu, Buya Rafdinal menjelaskan bahwa justru sikap pengancaman yang dilakukan oleh oknum dan aktor di belakang pendemo harus dilawan. Penolakan terhadap adanya rumah penghafal kitabsuci dikhawatirkan indikasi bahwa tempat tersebut dipergunakan sebagai tempat maksiat.

 

“Sikap pengancaman dan arogan harus dilawan, kalau perlu mereka yang harus di tutup karena disinyalir dan dikhawatirkan lokasi Hill Park sebagai tempat maksiat,” ujar Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan itu, Rabu (21/9/2022).

 

Apalagi demonstrasi yang dilakukan oknum-oknum dinilai termasuk intimidasi terhadap anak-anak santri yang masih di bawah umur.

 

“Kita khawatir ada efek psikologis dari intimidasi itu terhadap santri yang masih dibawah umur padahal niat mereka di situ untuk menghafal Alquran,” ujar Alwi Jambak, warga yang telah mengunjungi lokasi Rumah Tahfiz.

 

Sebeleumnya, Pemilik Rumah Tahfiz Quran Siti Hajar di Sibolangit Kabupaten Deliserdang, Sumut  mengungkapkan ketakutan yang dialami para santri akibat teror tersebut. Kini, santri Rumah Tahfidz hanya tersisa 10 orang dari awalnya 30 orang.

 

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Bocil Muslim Yatim Piatu Di daerah Minoritas

24 Maret 2023 - 12:39 WIB

Ketua MUI Percut Sei Tuan: Antusias Masyarakat ke Masjid Meningkat

24 Maret 2023 - 11:00 WIB

Trending di Keumatan