Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Keumatan · 1 Okt 2022 06:22 WIB ·

Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut Selenggarakan Workshop dan Seminar, Menghadirkan Ormas Islam se – Sumatera Utara


Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut Selenggarakan Workshop dan Seminar, Menghadirkan Ormas Islam se – Sumatera Utara Perbesar

Medan– Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang Komisi Ukhuwah Islamiyah menyelenggarakan Workshop dan Seminar Islam Rahmatan Lil Alamin untuk ormas Islam se Sumatera Utara, sabtu 27 Shafar 1444 H/24 September 2022 di hotel Grand Inna Dharma Deli Medan.

Workshop dan seminar tersebut bertajuk” Menumbuhkan Jiwa Persaudaraan dalam Menghadapi Berbagai Tantangan Permasalahan Umat Demi Menjaga dan Menciptakan Kedamaian Dunia”.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 40 orang merupakan perwakilan dari ormas Islam, Akademisi, dan lembaga Islam yang ada di Sumatera Utara.

Drs. H.M. Hatta, S.H. M.Si selaku ketua panitia melaporkan kegiatan ini bertujuan terciptanya jalinan silaturahim antar ormas Islam, tumbuhkembangkan niat saling bersinergi dan terbentuknya cendikiawan Islam yang agamis.

Workshop dan seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak.
Dalam sambutannya Buya Maratua sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Komisi Ukhuwah Islamiyah atas pelaksanaan workshop sekaligus seminar dengan mengusung tema yang hebat, dari orang-orang yang hebat. Ini memang perlu perhatian khusus,” ungkap Maratua.

Lebih lanjut, Dr. Maratua mengajak seluruh ormas Islam untuk mewujudkan revolusi akhlak umat Islam khususnya di Sumatera Utara.

Buya Maratua berharap umat Islam agar bersatu dengan terciptanya Ideologi Politik Ekonomi Sosial dan Budaya (IPOLEKSOSBUD) yang berdaya guna. Beliau mengajak seluruh peserta aktif dalam memberikan ide, gagasan, dan solusi atas persoalan umat.

“Ini kegiatan penting, saya harap semua peserta berkontribusi lakukan diskusi secara serius, agar persoalan yang sedang berlangsung di yengah-tengah umat dapat terpecahkan,” ujar Buya Maratua.

Bidang/Komisi Ukhuwah Islamiyah menghadirkan 2 narasumber untuk mengkaji tema yang tersemat dalam workshop dan seminar ini.

Narasumber pertama, Prof.Dr. Fachruddin Azmi, MAembahas perihal pentingnya persatuan ormas islam se – Sumatera Utara dalam membangun wilayah damai dan tentram.

Prof. Fachruddin memulai dengan memaknai arti Surah Al – Hujurat ayat10 “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”.

Dalam paparannya Fachruddinerangkum urgensi persatuan ormas, yaitu mrnciptakan kemaslahatan mendatangkan rahmat, mewujudkan kekuatan umat, mempercepat kemajuan bangsa dan akselerasi pemberdayaan peradaban Islam.

Di akhir paparannya Fachruddin mengurai empat harapan yang akan dicapai yakni Persatuan ormas menjadi kebangkitan umat Islam membangun peradaban, mengkonsolidasi potensi umat menjadi lebih kokoh dan kuat, Persatuan ormas akan menjadi sendi keutuhan NKRI. dan terakhir, persatuan ormas akan mempercepat tercapainya tujuan nasional.

Narasumber kedua, Dr.H.Abdul Rahim, S.H, M.Hum membahas permasalahan yang muncul dalam Ukhuwah Islamiyah dan menawarkan solusi cerdas.

Ia berpendapat, ada empat peran tokoh agama dalam menjaga Ukhuwah Islamiyah.

“Yaitu optimalisasi FKUB, Syiar Dakwah MUI, mengawal fatwa yang menjaga kebhinekaan dan sosialisasi untuk tidak merugikan hak agama lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahim menawarkan solusi cerdas merawat ukhuwah islamiyah yakni toleransi yang tidak berpihak dan menjaga inklusifitas dan eksklusifitas.

“Asas ukhuwah yang dapat menciptakan kondisi persaudaraan yang solid, yaitu taaruf (saling memahami), tafahum (saling memahami) ,ta’awun (tolong menolong) dan takaful (memberikan rasa aman),” pungkas Abdul Rahim.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Bocil Muslim Yatim Piatu Di daerah Minoritas

24 Maret 2023 - 12:39 WIB

Ketua MUI Percut Sei Tuan: Antusias Masyarakat ke Masjid Meningkat

24 Maret 2023 - 11:00 WIB

Trending di Keumatan