Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Opini · 7 Sep 2022 11:53 WIB ·

BBM Naik Aksi Naik, BBM Turun Jokowi Ikut Turun


BBM Naik Aksi Naik, BBM Turun Jokowi Ikut Turun Perbesar

Gambar: katadata

Oleh: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Mahasiswa di berbagai daerah seluruh Indonesia kembali menggeliat melalui aksi unjuk rasa penolakan atas kenaikan harga BBM. Gerakan serentak pasca pandemi Covid 19 ini mengejutkan. Mungkin pemerintah Jokowi menganggap biasa soal kenaikan harga BBM , toh selama ini berkali kali menaikkan harga juga nyatanya tidak ada reaksi yang berarti. Tokoh yang dulu suka menangis juga kini sudah ikut menyetujui dan menikmati.

Gelombang aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa ini tentu mendapat dukungan masyarakat. Kenaikan harga BBM telah mencekik dan menyesakkan nafas rakyat. Saatnya rakyat berontak untuk menolak kebijakan yang dipaksakan. Aksi serentak dan massif akan disikapi dengan dua kemungkinan. Tetap bertahan dengan meningkatkan pengamanan atau mengikuti tekanan publik dengan menurunkan kembali harga BBM.

Bagai makan buah simalakama atas kedua pilihan tersebut. Kebijakan kenaikan yang didalihkan pahit dan sulit itu telah menciptakan kondisi bagi pemerintah yang lebih pahit dan lebih sulit. Kekecewaan rakyat kepada Pemerintahan Jokowi menemukan momentum. Kenaikan harga BBM menaikkan gelombang aksi. Akan bereskalasi dari hari ke hari. DPR RI dan DPRD di tiap daerah menjadi titik kumpul aksi. Istana dan Pemerintahan di Daerah menjadi sasaran aspirasi. Pagar-pagar mulai digoyang-goyang.

Pemerintahan Jokowi mulai bergoyang. Suara kabinet mengikuti ritme suara partai dan hebatnya soal BBM partai itu justru berlomba untuk cari selamat. Artinya Kabinet melemah dalam daya ikat. Sekoci masing-masing sedang disiapkan untuk melompat. Takut berhadapan dengan gerakan asirasi dan tuntutan rakyat.

Demi wibawa atas pengambilan keputusan maka Pemerintah akan bertahan dengan harga BBM yang sudah diumumkan naik. Gelombang aksi membesar dan Jokowi menjadi sasaran pertanggungjawaban. Pengamanan diperkuat. Namun gelombang lebih kuat dan dahsyat. Ketika Pemerintah tak mampu mengendalikan aksi, tak ada pilihan bagi Jokowi selain mundur. Turun dari kursi.

Pemerintah mungkin saja melunak bahkan melemah, demi membendung aksi dengan menurunkan kembali harga BBM, maka sejarah akan mencatat kemenangan aksi yang dimotori mahasiswa itu. Kemenangan yang berlanjut untuk untuk Omnibus Law, RKUHP, IKN dan lainnya. Artinya Jokowi terus terdesak juga. BBM yang turun menjadi sebab dari turun Jokowi pula.

Dilema telah dibangun oleh kebodohan dan keserakahan. Keangkuhan dan ketidakpedulian. Penindasan yang berbuah perlawanan.
Istana itu berkisah tentang dusta dan angkara murka. Cerita yang akan berujung duka. Seperti cerita Sambo yang merana.
Kini dari Sambo menuju Pak Joko.

Hari Kemerdekaan bulan Agustus lalu bertema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Nampaknya menjadi sinyal bahwa kondisi aktual yang sedang dihadapi saat ini adalah “Mulih Lebih Cepat, Ungkit Lebih Kuat”.

Pak Jokowi ayo cepat mulih, rakyat sedang bergerak kuat untuk mengungkit.

 

Bandung, 7 September 2022

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kenapa PBNU/NU Dianggap Pro Rezim atau NU Plat Merah?

3 Maret 2023 - 12:45 WIB

PBNU atau NU terlihat absen dalam sejumlah Isu penting yang berkaitan dengan hajat dan kemaslahatan umat.

Sebira versus Siberia: Catatan Untuk Anies Baswedan

23 Februari 2023 - 14:17 WIB

Menggugat Arogansi Adaro, Perusahaan Tambang Batubara Oligarkis!

13 Februari 2023 - 06:51 WIB

Anies, Agenda Perubahan dan Tembak Mati Koruptor

2 Februari 2023 - 07:00 WIB

Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023: Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan

23 Desember 2022 - 22:00 WIB

Tujuh Tantangan Besar Indonesia 2023: Demokrasi Harus Di Selamatkan

21 Desember 2022 - 16:54 WIB

Trending di Opini