Menu

Mode Gelap
Tempuh Jalur Hukum, Polda Diminta Tangkap Aktor Demo Rumah Tahfiz Siti Hajar Anies Unggul Telak di Polling Capres Tokoh NU, Nadirsyah Hosen Dr. H. Jeje Zaenuddin Pimpin PERSIS Masa Jihad Tahun 2022 – 2027. Ini Harapan PW Persis Sumut Begini Solusi Kelola BBM dan Listrik dari Ketua Pemuda Persis Kota Medan Mulia: Perda No. 5/2015 Jadi Proteksi Bagi Pemkot Medan Bantu Warga Tak Mampu

Breaking News · 12 Sep 2022 10:28 WIB ·

Aksi Bela Rakyat Sumut Tuntut Pemerintah Turunkan Harga BBM


Aksi Bela Rakyat Sumut Tuntut Pemerintah Turunkan Harga BBM Perbesar

Medan- Ratusan masyarakat lintas elemen Sumatera Utara menggelar Aksi Bela Rakyat (AKBAR), Senin (12/9/2022). Aksi yang dimulai dari Masjid Raya Al-Mashun menuju Kantor Gubernur Sumut ini menuntut 3 hal dari pemerintahan Jokowi.

“Atas nama masyarakat Indonesia umumnya, Sumatera Utara khususnya, kami aliansi Aksi Bela Rakyat menuntut turunkan harga BBM, turunkan harga harga kebutuhan pokok dan tegakkan Supremasi hukum,” ujar Koordinator Aksi, Indra Buana Tanjung SH.

Dalam statemennya, Indra menjelaskan bahwa amanat konstitusi telah mewajibkan pemerintah untuk melindungi, mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya sebagaimana bunyi Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

“Kenaikan BBM adalah sebagai salah satu sumber energy yang banyak dipergunakan oleh masyarakat dalam setiap aspek kehidupannya telah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku pemangku amanah rakyat pada 04 September 2022 lalu, secara langsung telah mencederai aspek social dan ekonomi masyarakat yang tentunya sangat berimbas negative bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Hari ini negara tidak mampu mengelola dan memanfaatkan kekayaan yang terkandung di dalamnya termasuk BBM sebagai sumber energy yang banyak dipergunakan oleh rakyat Indonesia, sehingga dengan ketidakmampuan tersebut negara menaikkan harga BBM yang tentunya sangat bertentangan dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

“Dimana BBM seharusnya dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan bukan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan bisnis dan oligarki,” pungkasnya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga menjumpai pengunjuk rasa di depan kantornya. Ia berjanji bakal menyampaikan desakan masyarakat Sumut meminta menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) ke pemerintah pusat.

Akan tetapi sebelum menyampaikan tuntutan itu,  Pemprov Sumut akan melakukan kajian tentang apa yang menjadi alasaan pemerintah menaikkan harga BBM.

“Nanti akan saya sampaikan, tapi harus kita kaji, kita juga tak bisa terus terlalu mendikte, kita pingin tau kenapa naik, kalau naik berarti ada sesuatunya, kalau naik tidak ada sesuatunya berarti salah ini yang harus kita kaji dan koordinasikan sama-sama,” katanya.

Pemprov Sumut juga tengah mencari solusi dan langkah-langkah yang harus diambil dalam mengatasi dampak yang dialami oleh masyarakat akibat naiknya harga BBM.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Untuk Menjalankan Syariat Islam, Haruskah Menunggu Berdirinya Khilafah?

29 April 2023 - 06:34 WIB

TAFAHUM SU Berduka, Kehilangan Aktivis Terbaiknya

12 April 2023 - 21:32 WIB

Safari Ramadhan 1444 H, Upaya Memperkokoh Silaturrahim dan Menanamkan Akidah Umat

12 April 2023 - 09:21 WIB

Meriahkan Ramadhan 1444 H, MAN 1 Medan Gelar Kegiatan Up-Grading KKD

9 April 2023 - 10:04 WIB

Bocil Muslim Yatim Piatu Di daerah Minoritas

24 Maret 2023 - 12:39 WIB

Ketua MUI Percut Sei Tuan: Antusias Masyarakat ke Masjid Meningkat

24 Maret 2023 - 11:00 WIB

Trending di Keumatan